Kakek dan Tongkat Tua

Di hari yang cerah itu
Tak tampak awan yang menemani langit
Hembusan angin kian terasa di raga
Pepohonan seakan menyambut uluran angin itu
Namun di kejauhan tampak sosok berambut putih
Dan tongkat berwarna coklat
Kudekati dengan langkah pasti
Kuyakin ia adalah seorang kakek dengan tongkat tuanya
Kata-kata yang keluar dari bibirnya
Sungguh membuat hati terasa sejuk
Seperti cerahnya pagi ini
Dan sambutan angin yang tak henti menyapa
Bukan tujuan mengemis
Bukan tujuan meminta belas kasihan
Namun ia adalah seorang kakek
Yang menanti cucunya yang telah lama meninggalkannya
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s