Danau Toba, Daya Pikatmu Tak Akan Sirna

 

  1. Sejarah Singkat Danau Toba

Danau yang satu ini tak asing lagi di telinga kita, kebanyakan orang yang mempunyai hobi jalan-jalan tentu pernah singgah di Danau ini, ya Danau Toba, danau yang terletak di Sumatera Utara ini terbentuk dari letusan gunung berapi, menyajikan pemandangan yang dapat menarik perhatian para pengunjung. Selain permukaannya yang luas, danau ini juga unik, karena di tengahnya terdapat sebuah pulau vulkanis yang besarnya hampir sama dengan luas negara Singapura.

(Baca juga dengan versi yang berbeda di http://trivia.id/post/berikut-daya-pikat-danau-toba-yang-tak-akan-sirna-yang-1470917765)

Menurut legenda, danau ini berawal dari kisah keluarga siluman ikan. Ada seorang pemuda yang sedang mencari ikan dan berhasil mendapatkan seekor ikan. Namun ternyata ikan tersebut tidak seperti ikan biasanya, melainkan dapat berbicara dan merubah wujudnya menjadi seorang wanita berparas cantik dengan nama Toba. Singkat cerita, mereka pun menikah, tetapi dengan satu syarat bahwa sang pemuda tersebut tidak boleh sekalipun menyinggung tentang asal-usul sang wanita. Dalam perjalanan pernikahan mereka, Toba akhirnya melahirkan seorang anak dan diberi nama Samosir. Anak ini gemar sekali makan. Hingga pada suatu saat, Samosir diminta oleh ibunya untuk mengantarkan makanan pada bapaknya di ladang. Tetapi di tengah jalan, Samosir memakan habis makanan tersebut. Bapak yang telah merasa kelaparan memutuskan untuk pulang ke rumah. Di tengah jalan, sang bapak melihat bekas-bekas makanan yang dihabiskan sang anak tadi. Akhirnya sang bapak marah dan berkata bahwa Samosir adalah anak ikan. Seketika itu juga, hujan turun dengan derasnya dan air keluar dari dalam tanah hingga menciptakan sebuah danau yang kini disebut dengan nama Toba dan pulau yang ada di tengahnya bernama Samosir.

Secara administratif, kawasan Danau Toba terbentang pada tujuh kabupaten yang ada di Sumatera Utara, yakni Samosir, Toba Samosir, Simalungun, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Tanah Karo, dan Dairi. Secara geografis, Danau Toba berada di pegunungan Bukit Barisan Provinsi Sumatera Utara dengan topografi wilayah yang didominasi oleh perbukitan dan pegunungan. Wilayah yang menjadi daerah tangkapan air pada kawasan wisata Danau Toba terdiri dari hutan alam, hutan rapat, hutan tanaman, hingga kebun campuran. Permukaan air danau ini berada pada ketinggian 903 meter dpl. Inilah suguhan panorama alam yang memikat saat Anda tiba di kawasan Danau Toba dengan hembusan udara yang begitu sejuk.

Sebagai salah satu destinasi wisata populer di Indonesia, Danau Toba selalu menarik minat traveler lokal maupun mancanegara. Tidak perlu heran, Danau Toba memang memiliki pemandangan sangat indah dengan hamparan air danau yang jernih serta pemandangan pegunungan hijau yang menyejukkan.

Pariwisata Danau Toba menyuguhkan Anda akan keajaiban alam yang menawan di Pulau Sumatera. Bersama dengan Pulau Samosir yang terletak di tengah danau, Danau Toba adalah ikon utama dari tempat wisata di Sumatera Utara yang paling terkenal. Beberapa kegiatan menarik yang paling populer dapat Anda dilakukan di kawasan wisata Danau Toba ini yang akan dibalut dalam hembusan udara yang sejuk dan bersih serta kaharmonisan alam yang berpadu indah.

Untuk dapat menikmati Danau Toba,  yang bisa Anda lakukan adalah berenang, ya jika Anda senang dengan olahraga yang satu ini tentu sayang untuk dilewatkan. Disini Anda dapat merasakan sensasi air yang menyegarkan. Kemudian pilihan berikutnya, Anda bisa mengelilingi danau ini dengan menyewa kapal. Namun ada aktivitas yang berbeda yang bisa Anda rasakan, memandangi sunset bersama orang terkasih atau keluarga.  Kesemuanya dibalut dalam hembusan udara yang sejuk dan bersih serta kaharmonisan alam yang berpadu indah.

Ya, begitu juga yang dialami oleh Kakak saya, walaupun ia pendatang namun selama 4 tahun tinggal di Sumatera Utara ini, Danau Toba memiliki kesan tersendiri. “ Kami sekeluarga mengelilingi danau dengan menaiki kapal, selain pemandangannya cantik, udaranya juga sejuk. Jika ingin membeli oleh-oleh, disana juga banyak menyediakan berbagai souvenir dan pakaian, dan ada rumah khas batak yang bisa diabadikan sebagai kenang-kenangan, “ ujarnya.

 

 

Cara paling umum untuk dapat tiba di kawasan Danau Toba adalah dengan mengambil bis di Terminal Bus Pinang Baris kota Medan dengan rute Medan – Parapat dan perjalanan ini akan memakan durasi selama 6 jam. Kota Parapat terletak sejauh 176 km dari Medan dan tersedia beberapa  transportasi darat, seperti bis, mobil travel, taksi, dan persewaan kendaraan pribadi.

  1. Kuliner Khas Danau Toba

Soal penginapan Anda tak perlu khawatir, mulai dari guest house, villa, bungalow dan hotel tersedia disana. Banyak pilihan yang Anda nikmati, mulai dari view pemandangan yang diinginkan maupun biaya kamar sesuai dengan budget yang Anda miliki. Soal makanan tak perlu risau, berbagai macam kuliner khas Medan juga ditawarkan mulai dari Mie Gomak sampai dengan Roti Ketawa, Anda tidak akan ‘kelaparan’ selama di Danau Toba karena banyak restoran yang menyajikan masakan lokal di sepanjang jalan utama. Masakan khas Sumatera Utara sendiri mirip dengan masakan Padang, karena kaya rasa, bersantan dan mayoritas memiliki citarasa pedas. Selengkapnya yuk kita intip :

  1. Mie Gomak

Mie ini dibuat dengan menggunakan mie spaghetti dengan campuran bumbu yang khas sehingga mengeluarkan cita rasa nusantara khususnya bagi masyarakat Medan. Nama yang terbilang unik ini memang jarang sekali terdengar di wilayah Jakarta. Tapi bagi masyarakat yang berasal dari Perantauan tanah Batak atau Sumatera Utara pastilah mengetahui makanan ini.

  1. Lemang

Lemang merupakan makanan dari beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu, setelah sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang. Gulungan daun bambu berisi tepung beras bercampur santan kelapa ini kemudian dimasukkan ke dalam seruas bambu lalu dibakar sampai matang.

  1. Bubur Sitohap

Bubur sitohap sendiri merupakan makanan khas penduduk Silalahi di pinggir Danau Toba, Sumatera Utara. Bahan pembuatan bubur ini sama dengan jenis bubur lainnya yaitu beras dan ayam dengan bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri dan andaliman (bumbu khas orang batak). Dinamakan bubur sitohap dikarenakan memakai daun sitohap yang menjadi pembeda dengan bubur lainnya. Daun ini hanya tersedia di hutan liar di kawasan pegunungan Danau Toba.

  1. Naniura

Ikan Nanuora ini adalah ikan khas batak yang tidak dimasak, seperti Sashimi, ikan mentah khas Jepang.  Ikan yang sudah dilumuri bumbu dan asam jungga (asam batak) ini ditambah andaliman menciptakan rasa manis ikan yang dibumbu asam dan diwarnai rasa pedas andaliman yang meninggalkan rasa ketir diujung lidah.

  1. Lappet

Lappet terbuat dari : tepung beras, kelapa, gula merah (aren). Namun untuk lappet penampilannya tak jauh beda dengan lepat pisang. Lapet biasanya dibentuk menyerupai limas dan dibungkus daun pisang. Siborongborong adalah salah satu kota yang memproduksi lappet dengan rasa yang khas.

  1. Kacang Siboruk

Kacang yang dimasak bersama-sama kulitnya dengan dipanggang ini mudah dijumpai ketika melakukan perjalanan menuju Danau Toba maupun Sibolga tepatnya ketika melewati Tarutung. Kacang tersebut memiliki karakter rasa yang kuat dan gurih yang tak lepas dari proses pembuatannya. Kacang pilihan direndam di dalam air beberapa jam, lalu dijemur sejenak, kemudian setelah kering digongseng dengan pasir sehingga suhu panasnya terjaga dan cita rasa kacang tidak berkurang. Setelah digongseng beberapa jam, maka siap untuk dibungkus dan dijajakan di sepanjang jalan.

  1. Roti Ketawa

Bentuknya bulat dan ada belahan di permukaannya sehingga terlihat seperti sebuah senyuman/ketawa. Mungkin hal ini yang menjadi asal mula roti ini disebut dengan nama roti ketawa. Roti ketawa di beberapa daerah disebut juga dengan onde onde ketawa. Roti ini akan terasa nikmat jika disajikan bersama secangkir teh hangat.

  1. Arsik

Masakan ini dikenal pula sebagai ikan mas bumbu kuning. Ikan mas adalah bahan utama yang dalam penyiapannya tidak dibuang sisiknya. Bumbu arsik mengandung beberapa komponen yang khas dari wilayah pegunungan Sumatera Utara, seperti andaliman dan asam cikala (buah kecombrang), selain bumbu khas Nusantara yang umum, seperti lengkuas dan serai. Bumbu-bumbu yang dihaluskan dilumuri pada tubuh ikan beberapa saat. Ikan kemudian dimasak dengan sedikit minyak dan api kecil hingga agak mengering.

 

  1. Bika Ambon

Terdengan tak asing lagi nama bika ambon ini, terbuat dari bahan-bahan seperti telur, gula, dan santan, bika ambon umumnya dijual dengan rasa pandan, meskipun kini juga tersedia rasa-rasa lainnya seperti durian, keju, dan cokelat. Asal muasal bika ambon tidak diketahui dengan jelas. Walaupun namanya mengandung kata “ambon”, bika ambon justru dikenal sebagai oleh-oleh khas Kota Medan, Sumatera Utara.

  1. Sambal Andaliman

Bahan utama dari sambal ini adalah andaliman dan cabai. Memasak makanan khas Sumatera Utara tak lengkap rasanya jika tak pakai sambal ini, sambal yang enak dan membuat lidah bergetar.

  1. Spot Wisata Danau Toba

Secara umum, kawasan wisata Danau Toba dapat dinikmati pada beberapa spot wisata sebagai berikut:

  • Pulau samosir

Anda dapat menjumpai tempat tinggal asli masyarakat Batak Toba di pulau ini. Ada berbagai macam peninggalan kebudayaan masyarakat Batak di Pulau Samosir, di antaranya kuburan batu dan desa tradisional selain itu desain arsitektur bangunannya unik.

Anda juga dapat melihat makam Raja Sidabutar yang telah berusia 500 tahun serta menyaksikan patung Sigale-Gale yang dapat menari. Salah satu wisata budaya yang menarik di Kampung Tua Huta Bolon adalah pertunjukan tarian Batak tradisional yang bernama Tari Sigale-Gale.

Menyewa kendaraan motor juga adalah salah satu pilihan lain di Pulau Samosir. Anda hanya perlu pergi ke Desa Tomok di pulau tersebut untuk mencari motor, lalu dapat berkeliling pulau untuk menikmati panorama di sana.

Jika ingin melihat pengadilan tradisional suku Batak, Anda dapat berkunjung ke Ambarita untuk menyaksikan Batu Parsidangan yang berusia ratusan tahun serta tempat eksekusi mati tahanan hukum di sana.

Beberapa tempat menarik lainnya di Pulau Samosir juga dapat Anda kunjungi, seperti Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang. Danau Aek Natonang terletak di Desa Tanjungan, memiliki air yang jernih di tengah rerumputan hijau yang tumbuh di sekelilingnya. Dari lokasi ini, Anda dapat menyaksikan panorama alam yang indah dengan bentang perbukitan yang ditumbuhi pepohonan pinus. Seperti namanya Natonang, situasi di seputaran Aek Natonang ini terasa tenang dan alami.

 

Jika Anda ingin mencari  oleh-oleh khas Batak, Anda bisa menuju ke Desa Jangga untuk membeli kain Ulos yang ditenun  dengan motif yang halus. Desa ini adalah salah satu tempat komunitas Ulos tenun yang terkenal di Sumatera Utara dan Anda juga dapat melihat proses pembuatannya di sana.

  • Kota Parapat

Parapat adalah sebuah kota yang terletak pada semenanjung yang menjorok ke arah Danau Toba. Inilah salah satu sentrum wisata Danau Toba yang terkenal dengan jumlah kunjungan wisatawan yang besar, juga menjadi pilihan utama untuk memulai perjalanan ke Pulau Samosir menggunakan kapal ferry atau boat.

 

Di Parapat, keindahan Danau Toba dapat dinikmati dalam berbagai kegiatan menarik, di antaranya yang populer adalah aktivitas air. Anda dapat berenang, bermain ski air, berkano ria, menaiki motorboat, memancing, dan sebagainya.

Di bukit Sungai Naborsahon, Anda dapat melihat berbagai macam tanaman yang berbunga sepanjang tahun, di antaranya bogenvile, pointetties, dan honey sucle. Iklim yang sejuk di kota Parapat menjadikan daerah ini sebagai salah satu destinasi wisata Sumatera Utara yang ramai dikunjungi wisatawan.

Selain di Parapat, para traveler biasanya menikmati keindahan alam di sekitar Danau Toba melalui Berastagi. Tapi, ada satu kota lagi yang jarang diketahui oleh traveler yakni Balige

Balige merupakan sebuah kota kecil sekaligus merupakan ibukota kabupaten Toba Samosir. Kota kecil berhawa sejuk ini memiliki beberapa tempat wisata menarik yang sangat layak untuk dikunjungi. Tidak cuma wisata alam tapi juga wisata budaya. Untuk menikmati keindahan pemandangan Danau Toba kita bisa naik ke Bukit Pahoda yang menawarkan keindahan tak terkira. Jika ingin menikmati suasana tradisional, kita bisa berkunjung ke Pasar Tradisional Balige. Di sana, kita bisa berbelanja kain Ulos yang merupakan kain tradisional suku Batak

Di Parapat Anda dapat membeli oleh-oleh seperti T-shirt dan gantungan kunci. Ada juga pasar tradisional yang menjual buah-buahan, sayuran, dan pakaian yang digelar dua kali seminggu. Berbagai cinderamata bisa didapati di sekitar Danau Toba, seperti kalendar Batak kuno dengan tulisan asli Batak, gitar Batak dari kayu dan beragam souvenir unik lainnya.

Jika Anda ingin membeli oleh-oleh yang lebih unik, cobalah berbelanja di Samosir. Kunjungi juga Jangga (desa tradisional) jika Anda tertarik untuk membeli kain ulos yang terkenal dengan motif dan tenunannya yang halus, Anda bahkan dapat melihat langsung cara menenun kain ulos. Kain ini didominasi warna merah, hitam dan putih yang biasanya ditenun dengan benang berwarna emas dan perak.

Sewalah motor atau sepeda untuk menjalajahi tempat yang indah ini sambil rasakan hembusan angin yang sejuk menerpa wajah Anda. Apabila sedang Anda berada di Samosir maka manfaatkan waktu untuk menjelajahi pulau dengan mengendarai mobil di sekitar tepi pulau. Meskipun jalannya tidak beraspal dan berliku-liku tetapi jalanan ini menyajikan pemandangan danau yang spektakuler dari puncak tertinggi pulau.

Jika Anda menginap di Tuk Tuk, desa yang terkenal di Samosir, cara tebaik untuk menghabiskan waktu adalah dengan berjalan kaki santai menuruni jalan sambil melihat pemandangan alam yang elok.

 

  1. Pemanfaatan Danau Toba

Kontribusi terbesar perekonomian kabupaten di Kawasan Danau Toba adalah sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, perdagagan, hotel, restoran (pariwisata) dan angkutan dan komunikasi.

Keindahan Danau Toba serta kelimpahan sumber daya alamnya menjadi daya tarik bagi masyarakat. Seiring dengan perjalanan waktu, jumlah penduduk yang berdomisili semakin meningkat dengan demikian juga pemanfaatan dan jenis pemanfaatan sumberdaya alam semakin meningkat dan bervariasi. Beberapa pemanfaatan Danau Toba untuk keperluan masayarakat antara lain :

  1. Sumber Air Minum

Sejak dahulu air Danau Toba telah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber air minum dan keperluan domestik lainnya. Pada kawasan ini terdapat tiga perusahaan daerah air minum (PDAM) yang menggunakan air Danau Toba sebagai sumber air bakunya yaitu PDAM Balige, PDAM Laguboti dan PDAM Pangururan.

  1. Pembangkit Listrik

Pada bagian hilir, Sungai Asahan yang mengalirkan air Danau Toba digunakan untuk pembangkitan tenaga listrik dengan potensi total sekitar 1056 MW, yang terbagi dalam 5 kelompok pembangkitan.

  1. Budidaya Ikan

Pemanfaatan Danau Toba sebagai tempat budidaya ikan dengan menggunakan Keramba Jaring Apung juga menjadi hal penting untuk diperhatikan. Kegiatan ini terus berkembang dan menyebar hampir ke seluruh perairan Danau Inkubasi Kawasan Danau Toba.

  1. Kearifan Lokal Masyarakat

Nilai kearifan lokal merupakan faktor penting yang tidak boleh dikesampingkan nilai kearifan lokal di sumatera utara “Marsiadap ari” dan Manikiri ari”

“Marsiadap ari “ kurang lebih bermakna gotong royong yang pada zaman dahulu kala diterapkan pada pembangunan rumah misal kegiatan gotong royong warga membersihkan kawasan danau toba dari limbah domestic dan eceng gondok selain itu juga terdapat nilai “ Manikiri ari “ yaitu berkonsultasi pada tokoh yang disegani mengenai waktu untuk kegiatan penting seperti waktu tanam pada pertanian waktu untuk kegiatan keluarga seperti perkawinan, Nilai Manikiri Ari sehingga kegiatan masyarakat lebih teratur.

Akhir kata, mari kita jaga Danau Toba agar daya pikatnya tak akan sirna, pemanfaatan yang tepat akan memberikan manfaat bagi kehidupan di masa sekarang. Namun disamping pemanfaatan tersebut juga harus disertai dengan usaha pemeliharaan yang baik agar fungsi dan kegunaan danau masih bisa dinikmati untuk masa yang akan datang.

 

Citruk Pembawa Rezeki

Bulan Ramadhan menjadi bulan yang mempunyai kesan tersendiri bagi saya. Selain puasa itu wajib hukumnya bagi yang menjalankan, silaturahmi yang sempat terputus kini mulai terjalin dengan adanya buka puasa bersama, lagu-lagu rohani yang tak biasanya terdengar di tempat berkumpulnya banyak orang seperti mall kini mulai terasa dan sederet moment yang penuh makna hadir di bulan Ramadhan ini, tak hanya saya, orang lain pun tentu ikut merasakannya pula.

Di tiap tahunnya saya ingin merasakan hal yang berbeda dari sebelumnya, kali ini saya ingin bisa berbuka puasa dan sholat tarawih di masjid berbeda di seputaran Jakarta Timur, mengapa? karena lokasi itu tak jauh dari tempat saya tinggal, selain untuk efisiensi waktu, juga untuk keamanan mengingat sholat tarawih dilakukan sampai pukul 20.30 s/d 21.00. Di salah satu masjid yang saya datangi, sebelum adzan magrib, ada seorang ibu yang mengajak saya untuk mengobrol sejenak. Ia bercerita keadaannya dan keluarganya. Singkat cerita Ibu Nok, biasa ia dipanggil, yang berasal dari Tasikmalaya ini berjualan snack asli tempat ia berasal yaitu citruk, basreng, seblak, sagu, rengginang, dll. Sebenarnya ia masih memiliki suami tetapi kondisi yang tak memungkinkan menjadikan sang suami tak bisa bekerja lagi. Dan kelima anaknya belum semua mapan, dua diantaranya masih bersekolah, terkadang ia juga memberikan cucu-cucunya uang jajan. Karena saya iba, saya memberikan pinjaman modal untuknya. Ya, walau nantinya uang saya tak dikembalikan, toh saya pikir tak apalah untuk sedekah di bulan Ramadhan ini. Ia juga bercerita, ia selalu berdoa kepada Allah, ia tak butuh apa-apa, ia hanya butuh modal untuk berjualan. Lokasi berjualan Bu Nok ada di depan Sarinah, Thamrin, pasar Tanah Abang, CFD. Citruk lah yang paling enak karena ini yang sering terucap olehnya, begitu juga sagu dan rengginangnya.

Bersyukurnya dagangan ibu yang berusia sekitar 60 tahun ini laris manis, meski sempat ada kendala keuangan, namun saya juga memberikan saran kepadanya bagaimana cara memutar modal agar uang yang dipakai tak serta merta habis begitu saja. Pesan yang ingin saya sampaikan bukan hanya sekedar memberikan sedekah atau bantuan modal saja, namun disisi lain, sebagai individu haruslah berbagi saran atau masukan yang berharga untuk orang lain agar bermanfaat untuk kehidupannya. Meskipun mereka hidup dibawah rata-rata namun mereka bisa diajak berdiskusi dan mau mendengar masukan-masukan dari kita. Dan tak kalah pentingnya, kita punya Allah yang Maha Kaya, sudah sepatutnya kita sebagai manusia memohon kepadanya, jika kita mempunyai kesulitan, dengan mendekat kepada-Nya persoalan hidup kita dimudahkan, insya Allah.

Semoga dengan datangnya bulan Ramadhan kali ini menambah pengetahuan dan pengalaman yang berharga, menebar inspirasi dan kebaikan kepada sesama dan kisah Bu Nok ini mengingatkan saya untuk selalu bersyukur masih diberikan kesehatan, masih bisa berkarya dan diberikan rezeki untuk berbagi dengan sesama. Jika berkenan, teman-teman bisa menghubungi saya untuk memesan snack yang saya sebutkan diatas tadi atau bisa menanyakan nomor telepon Bu Nok, email saya : indy.sumaryo@gmail.com

Wedding Singer

Tak kulewati saat waktu sedang lengang
Menuliskan sebuah lirik
Seraya bibir bergerak ucapkan sebuah kalimat nan indah
Diiringi musik minus one kuikuti setiap alunan iramanya
Kepala mengangguk tanda bersenandung ria

Saat aku berikan rekaman suara itu
Sahabat lama terkesan karenanya
Dia bertanya mengapa kau tak menjadi wedding singer saja
Sempat kuberpikir akan lirik-lirik melankolis
Seolah suaraku tertutup lirik-lirik romantis

Tibalah waktunya unjuk kebolehan diatas panggung nan gemilau
Pertama kalinya aku tampil di muka umum, tegang dan kaku
Terdengar tepuk tangan yang gemuruh seolah menutupi semau itu
Inilah kado pernikahanmu, sahabatku.

Tak Kenal Lelah

Di dalam masjid nan agung duduk seorang ibu paruh baya
Dengan membawa dua tas besar
Seraya menjajakan dan mengajak bincang-bincang dan canda ria
Satu, dua bahkan puluhan orang mengerumuni

Hanya untuk melihat dan membeli
Bahkan ada yang menawari hal yang serupa
Lelah tak terasa di kala siang nan terik
Dahaga hilang lapar pun sirna

Nampak raut wajah sendu
Berubah menjadi berseri-seri
Tatkala seseorang memberikan sesuatu berharga
Kini ia bersemangat untuk terus melanjutkan hidup demi suami dan cucu

Celoteh Anak

Duduk diantara orang tak dikenal 
Melihat sekilas raut wajah kebahagiaan
Pembicaraan nan seru dan menggelitik
Seakan ingin bergabung kala itu

Sekumpulan anak bermain kian kemari
Tertawa lepas dan sesekali terlihat mengernyitkan dahi
Tanda kekesalan mulai datang
Tangisan pun mulai terdengar dari kejauhan

Kekesalan hilang, kini kegembiraan nampak menghiasi mereka
Celoteh mulai bersahutan
Sesekali mereka berlarian dan mengakhiri malam itu dengan sempurna

Mencari Keadilan

Pagi hingga malam

Tanpa letih dan merasa lapar

Mencoba mengisi kekosongan

Riuh dari kejauhan memanggil

 

Saat bicara tak ditanggapi

Berjalan lambat tanpa arti

Hanya secarik kertas bekal siang ini

Menjadi puisi menemani sampai nanti

 

Dilema terbayang di pikiran

Hanya satu yang dapat ia pegang

Mencari keadilan hingga kaki melangkah ke suatu tempat

Gedung yang mewakili rakyat

Hijau muda nan terang benderang

 

Ia tak sendiri rupanya

Berkawan lima tak beralas kaki

Memegang satu demi satu perlengkapan

Dalam satu jiwa mereka ingin keadilan ditegakkan