Mencari Keadilan

Pagi hingga malam

Tanpa letih dan merasa lapar

Mencoba mengisi kekosongan

Riuh dari kejauhan memanggil

 

Saat bicara tak ditanggapi

Berjalan lambat tanpa arti

Hanya secarik kertas bekal siang ini

Menjadi puisi menemani sampai nanti

 

Dilema terbayang di pikiran

Hanya satu yang dapat ia pegang

Mencari keadilan hingga kaki melangkah ke suatu tempat

Gedung yang mewakili rakyat

Hijau muda nan terang benderang

 

Ia tak sendiri rupanya

Berkawan lima tak beralas kaki

Memegang satu demi satu perlengkapan

Dalam satu jiwa mereka ingin keadilan ditegakkan

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s