Wedding Singer

Tak kulewati saat waktu sedang lengang
Menuliskan sebuah lirik
Seraya bibir bergerak ucapkan sebuah kalimat nan indah
Diiringi musik minus one kuikuti setiap alunan iramanya
Kepala mengangguk tanda bersenandung ria

Saat aku berikan rekaman suara itu
Sahabat lama terkesan karenanya
Dia bertanya mengapa kau tak menjadi wedding singer saja
Sempat kuberpikir akan lirik-lirik melankolis
Seolah suaraku tertutup lirik-lirik romantis

Tibalah waktunya unjuk kebolehan diatas panggung nan gemilau
Pertama kalinya aku tampil di muka umum, tegang dan kaku
Terdengar tepuk tangan yang gemuruh seolah menutupi semau itu
Inilah kado pernikahanmu, sahabatku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s