Danau Toba, Daya Pikatmu Tak Akan Sirna

 

  1. Sejarah Singkat Danau Toba

Danau yang satu ini tak asing lagi di telinga kita, kebanyakan orang yang mempunyai hobi jalan-jalan tentu pernah singgah di Danau ini, ya Danau Toba, danau yang terletak di Sumatera Utara ini terbentuk dari letusan gunung berapi, menyajikan pemandangan yang dapat menarik perhatian para pengunjung. Selain permukaannya yang luas, danau ini juga unik, karena di tengahnya terdapat sebuah pulau vulkanis yang besarnya hampir sama dengan luas negara Singapura.

(Baca juga dengan versi yang berbeda di http://trivia.id/post/berikut-daya-pikat-danau-toba-yang-tak-akan-sirna-yang-1470917765)

Menurut legenda, danau ini berawal dari kisah keluarga siluman ikan. Ada seorang pemuda yang sedang mencari ikan dan berhasil mendapatkan seekor ikan. Namun ternyata ikan tersebut tidak seperti ikan biasanya, melainkan dapat berbicara dan merubah wujudnya menjadi seorang wanita berparas cantik dengan nama Toba. Singkat cerita, mereka pun menikah, tetapi dengan satu syarat bahwa sang pemuda tersebut tidak boleh sekalipun menyinggung tentang asal-usul sang wanita. Dalam perjalanan pernikahan mereka, Toba akhirnya melahirkan seorang anak dan diberi nama Samosir. Anak ini gemar sekali makan. Hingga pada suatu saat, Samosir diminta oleh ibunya untuk mengantarkan makanan pada bapaknya di ladang. Tetapi di tengah jalan, Samosir memakan habis makanan tersebut. Bapak yang telah merasa kelaparan memutuskan untuk pulang ke rumah. Di tengah jalan, sang bapak melihat bekas-bekas makanan yang dihabiskan sang anak tadi. Akhirnya sang bapak marah dan berkata bahwa Samosir adalah anak ikan. Seketika itu juga, hujan turun dengan derasnya dan air keluar dari dalam tanah hingga menciptakan sebuah danau yang kini disebut dengan nama Toba dan pulau yang ada di tengahnya bernama Samosir.

Secara administratif, kawasan Danau Toba terbentang pada tujuh kabupaten yang ada di Sumatera Utara, yakni Samosir, Toba Samosir, Simalungun, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Tanah Karo, dan Dairi. Secara geografis, Danau Toba berada di pegunungan Bukit Barisan Provinsi Sumatera Utara dengan topografi wilayah yang didominasi oleh perbukitan dan pegunungan. Wilayah yang menjadi daerah tangkapan air pada kawasan wisata Danau Toba terdiri dari hutan alam, hutan rapat, hutan tanaman, hingga kebun campuran. Permukaan air danau ini berada pada ketinggian 903 meter dpl. Inilah suguhan panorama alam yang memikat saat Anda tiba di kawasan Danau Toba dengan hembusan udara yang begitu sejuk.

Sebagai salah satu destinasi wisata populer di Indonesia, Danau Toba selalu menarik minat traveler lokal maupun mancanegara. Tidak perlu heran, Danau Toba memang memiliki pemandangan sangat indah dengan hamparan air danau yang jernih serta pemandangan pegunungan hijau yang menyejukkan.

Pariwisata Danau Toba menyuguhkan Anda akan keajaiban alam yang menawan di Pulau Sumatera. Bersama dengan Pulau Samosir yang terletak di tengah danau, Danau Toba adalah ikon utama dari tempat wisata di Sumatera Utara yang paling terkenal. Beberapa kegiatan menarik yang paling populer dapat Anda dilakukan di kawasan wisata Danau Toba ini yang akan dibalut dalam hembusan udara yang sejuk dan bersih serta kaharmonisan alam yang berpadu indah.

Untuk dapat menikmati Danau Toba,  yang bisa Anda lakukan adalah berenang, ya jika Anda senang dengan olahraga yang satu ini tentu sayang untuk dilewatkan. Disini Anda dapat merasakan sensasi air yang menyegarkan. Kemudian pilihan berikutnya, Anda bisa mengelilingi danau ini dengan menyewa kapal. Namun ada aktivitas yang berbeda yang bisa Anda rasakan, memandangi sunset bersama orang terkasih atau keluarga.  Kesemuanya dibalut dalam hembusan udara yang sejuk dan bersih serta kaharmonisan alam yang berpadu indah.

Ya, begitu juga yang dialami oleh Kakak saya, walaupun ia pendatang namun selama 4 tahun tinggal di Sumatera Utara ini, Danau Toba memiliki kesan tersendiri. “ Kami sekeluarga mengelilingi danau dengan menaiki kapal, selain pemandangannya cantik, udaranya juga sejuk. Jika ingin membeli oleh-oleh, disana juga banyak menyediakan berbagai souvenir dan pakaian, dan ada rumah khas batak yang bisa diabadikan sebagai kenang-kenangan, “ ujarnya.

 

 

Cara paling umum untuk dapat tiba di kawasan Danau Toba adalah dengan mengambil bis di Terminal Bus Pinang Baris kota Medan dengan rute Medan – Parapat dan perjalanan ini akan memakan durasi selama 6 jam. Kota Parapat terletak sejauh 176 km dari Medan dan tersedia beberapa  transportasi darat, seperti bis, mobil travel, taksi, dan persewaan kendaraan pribadi.

  1. Kuliner Khas Danau Toba

Soal penginapan Anda tak perlu khawatir, mulai dari guest house, villa, bungalow dan hotel tersedia disana. Banyak pilihan yang Anda nikmati, mulai dari view pemandangan yang diinginkan maupun biaya kamar sesuai dengan budget yang Anda miliki. Soal makanan tak perlu risau, berbagai macam kuliner khas Medan juga ditawarkan mulai dari Mie Gomak sampai dengan Roti Ketawa, Anda tidak akan ‘kelaparan’ selama di Danau Toba karena banyak restoran yang menyajikan masakan lokal di sepanjang jalan utama. Masakan khas Sumatera Utara sendiri mirip dengan masakan Padang, karena kaya rasa, bersantan dan mayoritas memiliki citarasa pedas. Selengkapnya yuk kita intip :

  1. Mie Gomak

Mie ini dibuat dengan menggunakan mie spaghetti dengan campuran bumbu yang khas sehingga mengeluarkan cita rasa nusantara khususnya bagi masyarakat Medan. Nama yang terbilang unik ini memang jarang sekali terdengar di wilayah Jakarta. Tapi bagi masyarakat yang berasal dari Perantauan tanah Batak atau Sumatera Utara pastilah mengetahui makanan ini.

  1. Lemang

Lemang merupakan makanan dari beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu, setelah sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang. Gulungan daun bambu berisi tepung beras bercampur santan kelapa ini kemudian dimasukkan ke dalam seruas bambu lalu dibakar sampai matang.

  1. Bubur Sitohap

Bubur sitohap sendiri merupakan makanan khas penduduk Silalahi di pinggir Danau Toba, Sumatera Utara. Bahan pembuatan bubur ini sama dengan jenis bubur lainnya yaitu beras dan ayam dengan bawang merah, bawang putih, jahe, kemiri dan andaliman (bumbu khas orang batak). Dinamakan bubur sitohap dikarenakan memakai daun sitohap yang menjadi pembeda dengan bubur lainnya. Daun ini hanya tersedia di hutan liar di kawasan pegunungan Danau Toba.

  1. Naniura

Ikan Nanuora ini adalah ikan khas batak yang tidak dimasak, seperti Sashimi, ikan mentah khas Jepang.  Ikan yang sudah dilumuri bumbu dan asam jungga (asam batak) ini ditambah andaliman menciptakan rasa manis ikan yang dibumbu asam dan diwarnai rasa pedas andaliman yang meninggalkan rasa ketir diujung lidah.

  1. Lappet

Lappet terbuat dari : tepung beras, kelapa, gula merah (aren). Namun untuk lappet penampilannya tak jauh beda dengan lepat pisang. Lapet biasanya dibentuk menyerupai limas dan dibungkus daun pisang. Siborongborong adalah salah satu kota yang memproduksi lappet dengan rasa yang khas.

  1. Kacang Siboruk

Kacang yang dimasak bersama-sama kulitnya dengan dipanggang ini mudah dijumpai ketika melakukan perjalanan menuju Danau Toba maupun Sibolga tepatnya ketika melewati Tarutung. Kacang tersebut memiliki karakter rasa yang kuat dan gurih yang tak lepas dari proses pembuatannya. Kacang pilihan direndam di dalam air beberapa jam, lalu dijemur sejenak, kemudian setelah kering digongseng dengan pasir sehingga suhu panasnya terjaga dan cita rasa kacang tidak berkurang. Setelah digongseng beberapa jam, maka siap untuk dibungkus dan dijajakan di sepanjang jalan.

  1. Roti Ketawa

Bentuknya bulat dan ada belahan di permukaannya sehingga terlihat seperti sebuah senyuman/ketawa. Mungkin hal ini yang menjadi asal mula roti ini disebut dengan nama roti ketawa. Roti ketawa di beberapa daerah disebut juga dengan onde onde ketawa. Roti ini akan terasa nikmat jika disajikan bersama secangkir teh hangat.

  1. Arsik

Masakan ini dikenal pula sebagai ikan mas bumbu kuning. Ikan mas adalah bahan utama yang dalam penyiapannya tidak dibuang sisiknya. Bumbu arsik mengandung beberapa komponen yang khas dari wilayah pegunungan Sumatera Utara, seperti andaliman dan asam cikala (buah kecombrang), selain bumbu khas Nusantara yang umum, seperti lengkuas dan serai. Bumbu-bumbu yang dihaluskan dilumuri pada tubuh ikan beberapa saat. Ikan kemudian dimasak dengan sedikit minyak dan api kecil hingga agak mengering.

 

  1. Bika Ambon

Terdengan tak asing lagi nama bika ambon ini, terbuat dari bahan-bahan seperti telur, gula, dan santan, bika ambon umumnya dijual dengan rasa pandan, meskipun kini juga tersedia rasa-rasa lainnya seperti durian, keju, dan cokelat. Asal muasal bika ambon tidak diketahui dengan jelas. Walaupun namanya mengandung kata “ambon”, bika ambon justru dikenal sebagai oleh-oleh khas Kota Medan, Sumatera Utara.

  1. Sambal Andaliman

Bahan utama dari sambal ini adalah andaliman dan cabai. Memasak makanan khas Sumatera Utara tak lengkap rasanya jika tak pakai sambal ini, sambal yang enak dan membuat lidah bergetar.

  1. Spot Wisata Danau Toba

Secara umum, kawasan wisata Danau Toba dapat dinikmati pada beberapa spot wisata sebagai berikut:

  • Pulau samosir

Anda dapat menjumpai tempat tinggal asli masyarakat Batak Toba di pulau ini. Ada berbagai macam peninggalan kebudayaan masyarakat Batak di Pulau Samosir, di antaranya kuburan batu dan desa tradisional selain itu desain arsitektur bangunannya unik.

Anda juga dapat melihat makam Raja Sidabutar yang telah berusia 500 tahun serta menyaksikan patung Sigale-Gale yang dapat menari. Salah satu wisata budaya yang menarik di Kampung Tua Huta Bolon adalah pertunjukan tarian Batak tradisional yang bernama Tari Sigale-Gale.

Menyewa kendaraan motor juga adalah salah satu pilihan lain di Pulau Samosir. Anda hanya perlu pergi ke Desa Tomok di pulau tersebut untuk mencari motor, lalu dapat berkeliling pulau untuk menikmati panorama di sana.

Jika ingin melihat pengadilan tradisional suku Batak, Anda dapat berkunjung ke Ambarita untuk menyaksikan Batu Parsidangan yang berusia ratusan tahun serta tempat eksekusi mati tahanan hukum di sana.

Beberapa tempat menarik lainnya di Pulau Samosir juga dapat Anda kunjungi, seperti Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang. Danau Aek Natonang terletak di Desa Tanjungan, memiliki air yang jernih di tengah rerumputan hijau yang tumbuh di sekelilingnya. Dari lokasi ini, Anda dapat menyaksikan panorama alam yang indah dengan bentang perbukitan yang ditumbuhi pepohonan pinus. Seperti namanya Natonang, situasi di seputaran Aek Natonang ini terasa tenang dan alami.

 

Jika Anda ingin mencari  oleh-oleh khas Batak, Anda bisa menuju ke Desa Jangga untuk membeli kain Ulos yang ditenun  dengan motif yang halus. Desa ini adalah salah satu tempat komunitas Ulos tenun yang terkenal di Sumatera Utara dan Anda juga dapat melihat proses pembuatannya di sana.

  • Kota Parapat

Parapat adalah sebuah kota yang terletak pada semenanjung yang menjorok ke arah Danau Toba. Inilah salah satu sentrum wisata Danau Toba yang terkenal dengan jumlah kunjungan wisatawan yang besar, juga menjadi pilihan utama untuk memulai perjalanan ke Pulau Samosir menggunakan kapal ferry atau boat.

 

Di Parapat, keindahan Danau Toba dapat dinikmati dalam berbagai kegiatan menarik, di antaranya yang populer adalah aktivitas air. Anda dapat berenang, bermain ski air, berkano ria, menaiki motorboat, memancing, dan sebagainya.

Di bukit Sungai Naborsahon, Anda dapat melihat berbagai macam tanaman yang berbunga sepanjang tahun, di antaranya bogenvile, pointetties, dan honey sucle. Iklim yang sejuk di kota Parapat menjadikan daerah ini sebagai salah satu destinasi wisata Sumatera Utara yang ramai dikunjungi wisatawan.

Selain di Parapat, para traveler biasanya menikmati keindahan alam di sekitar Danau Toba melalui Berastagi. Tapi, ada satu kota lagi yang jarang diketahui oleh traveler yakni Balige

Balige merupakan sebuah kota kecil sekaligus merupakan ibukota kabupaten Toba Samosir. Kota kecil berhawa sejuk ini memiliki beberapa tempat wisata menarik yang sangat layak untuk dikunjungi. Tidak cuma wisata alam tapi juga wisata budaya. Untuk menikmati keindahan pemandangan Danau Toba kita bisa naik ke Bukit Pahoda yang menawarkan keindahan tak terkira. Jika ingin menikmati suasana tradisional, kita bisa berkunjung ke Pasar Tradisional Balige. Di sana, kita bisa berbelanja kain Ulos yang merupakan kain tradisional suku Batak

Di Parapat Anda dapat membeli oleh-oleh seperti T-shirt dan gantungan kunci. Ada juga pasar tradisional yang menjual buah-buahan, sayuran, dan pakaian yang digelar dua kali seminggu. Berbagai cinderamata bisa didapati di sekitar Danau Toba, seperti kalendar Batak kuno dengan tulisan asli Batak, gitar Batak dari kayu dan beragam souvenir unik lainnya.

Jika Anda ingin membeli oleh-oleh yang lebih unik, cobalah berbelanja di Samosir. Kunjungi juga Jangga (desa tradisional) jika Anda tertarik untuk membeli kain ulos yang terkenal dengan motif dan tenunannya yang halus, Anda bahkan dapat melihat langsung cara menenun kain ulos. Kain ini didominasi warna merah, hitam dan putih yang biasanya ditenun dengan benang berwarna emas dan perak.

Sewalah motor atau sepeda untuk menjalajahi tempat yang indah ini sambil rasakan hembusan angin yang sejuk menerpa wajah Anda. Apabila sedang Anda berada di Samosir maka manfaatkan waktu untuk menjelajahi pulau dengan mengendarai mobil di sekitar tepi pulau. Meskipun jalannya tidak beraspal dan berliku-liku tetapi jalanan ini menyajikan pemandangan danau yang spektakuler dari puncak tertinggi pulau.

Jika Anda menginap di Tuk Tuk, desa yang terkenal di Samosir, cara tebaik untuk menghabiskan waktu adalah dengan berjalan kaki santai menuruni jalan sambil melihat pemandangan alam yang elok.

 

  1. Pemanfaatan Danau Toba

Kontribusi terbesar perekonomian kabupaten di Kawasan Danau Toba adalah sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, perdagagan, hotel, restoran (pariwisata) dan angkutan dan komunikasi.

Keindahan Danau Toba serta kelimpahan sumber daya alamnya menjadi daya tarik bagi masyarakat. Seiring dengan perjalanan waktu, jumlah penduduk yang berdomisili semakin meningkat dengan demikian juga pemanfaatan dan jenis pemanfaatan sumberdaya alam semakin meningkat dan bervariasi. Beberapa pemanfaatan Danau Toba untuk keperluan masayarakat antara lain :

  1. Sumber Air Minum

Sejak dahulu air Danau Toba telah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber air minum dan keperluan domestik lainnya. Pada kawasan ini terdapat tiga perusahaan daerah air minum (PDAM) yang menggunakan air Danau Toba sebagai sumber air bakunya yaitu PDAM Balige, PDAM Laguboti dan PDAM Pangururan.

  1. Pembangkit Listrik

Pada bagian hilir, Sungai Asahan yang mengalirkan air Danau Toba digunakan untuk pembangkitan tenaga listrik dengan potensi total sekitar 1056 MW, yang terbagi dalam 5 kelompok pembangkitan.

  1. Budidaya Ikan

Pemanfaatan Danau Toba sebagai tempat budidaya ikan dengan menggunakan Keramba Jaring Apung juga menjadi hal penting untuk diperhatikan. Kegiatan ini terus berkembang dan menyebar hampir ke seluruh perairan Danau Inkubasi Kawasan Danau Toba.

  1. Kearifan Lokal Masyarakat

Nilai kearifan lokal merupakan faktor penting yang tidak boleh dikesampingkan nilai kearifan lokal di sumatera utara “Marsiadap ari” dan Manikiri ari”

“Marsiadap ari “ kurang lebih bermakna gotong royong yang pada zaman dahulu kala diterapkan pada pembangunan rumah misal kegiatan gotong royong warga membersihkan kawasan danau toba dari limbah domestic dan eceng gondok selain itu juga terdapat nilai “ Manikiri ari “ yaitu berkonsultasi pada tokoh yang disegani mengenai waktu untuk kegiatan penting seperti waktu tanam pada pertanian waktu untuk kegiatan keluarga seperti perkawinan, Nilai Manikiri Ari sehingga kegiatan masyarakat lebih teratur.

Akhir kata, mari kita jaga Danau Toba agar daya pikatnya tak akan sirna, pemanfaatan yang tepat akan memberikan manfaat bagi kehidupan di masa sekarang. Namun disamping pemanfaatan tersebut juga harus disertai dengan usaha pemeliharaan yang baik agar fungsi dan kegunaan danau masih bisa dinikmati untuk masa yang akan datang.

 

“Golden Island”, Tombak Destinasi Pariwisata di Aceh

Bagi Anda yang merasa asing mendengar kata Golden Island tentu bertanya-tanya.  Ya, sebutan yang tak diketahui sumbernya namun indah ini patut dijuluki oleh Pulau Weh. Sebuah pulau yang terletak paling ujung bagian barat Pulau Sumatera dan masuk ke dalam wilayah Provinsi Aceh. Disana pulalah terdapat kota kecil bernama kota Sabang yang memiliki keaekaragaman panorama yang sayang untuk dilewatkan.

(Baca juga dengan versi yang berbeda di http://trivia.id/post/golden-island-tombak-destinasi-pariwisata-di-aceh-1470221587)

Mari saya ajak bernostalgia sedikit mengenai Pulau Weh ini. Pulau Weh berasal dari kata, “Weh” (bahasa Aceh) yang artinya pindah, menurut sejarah yang beredar Pulau Weh pada mulanya merupakan satu kesatuan dengan Pulau Sumatera, karena sesuatu hal akhirnya Pulau Weh, me-weh-kan diri ke posisinya yang sekarang. Sedangkan nama Sabang sendiri berasal dari bahasa Arab, Shabag yang artinya gunung meletus. Hal ini masih bisa dilihat dari gunung berapi yang ada di Jaboi dan gunung berapi di dalam laut Pria Laot. Versi lain menyebutkan sabang berasal dari bahasa Aceh yang berarti sama rata atau tanpa diskriminasi. Ya, walau dari berbagai sumber terdapat perbedaan mengenai asal usul nama namun tak berpengaruh dengan pesona bahari yang dipancarkan oleh surga taman laut bagi para pelancong ini.
Keistimewaan Pulau ini terletak pada panorama baharinya, beberapa obyek wisata yang terkenal di Pulau Weh ini adalah Pantai Iboih, Pulau Rubiah, Pantai Gapang. Tak hanya di lautan yang dapat kita nikmati untuk berwisata, di Tugu Nol Kilometer juga dapat kita tengok keunikannya. Yuk, kita intip satu persatu :

1. Pantai Iboih

Pantai yang bernama asli “Teupin Layeu” ini memancarkan keindahan yang memukau. Air lautnya yang jernih dan memiliki warna gradasi hijau kebiruan, ditambah hamparan pasir putihnya yang bersih dan dikelilingi oleh hutan lindung sangatlah pantas jika pantai ini paling diminati oleh para wisatawan. Anda yang hobi snorkeling dan diving tentu tak sabar untuk mencobanya bukan. Penginapan, tempat ibadah, penyewaan alat snorkeling, diving dan lain-lain telah disediakan. Jika Anda berangkat dari kota Sabang menuju pantai ini, Anda dapat menyewa kendaraan, naik angkutan umum, taksi atau becak motor di sekitar Pelabuhan Balohan.

iboih

2. Pulau Rubiah
Pulau yang terletak sekitar 350 M dari Pantai Iboih ini diambil dari nama seorang perempuan bernama Ummi Sarah Rubiah yang makamnya juga terdapat di pulau ini. Selain itu terdapat peninggalan berupa reruntuhan benteng bekas penjajahan jaman Belanda dan Jepang. Pancaran keindahan laut di pulau ini tak kalah menariknya dengan Pantai Iboih. Anda dapat menikmati panoramanya dengan menggunakan glass bottom boat, kapal dimana bagian bawahnya terdapat kotak kaca yang transaparan/bening, disana Anda dimanjakan dengan keanekaragaman warna ikan hias dan terumbu karang nan elok. Penginapan dan segala hal yang dibutuhkan telah disediakan di pulau ini. Untuk sampai ke tempat ini, Anda dapat menyewa perahu dari Pantai Iboih.

rubiah

3. Pantai Gapang
Nama Gapang diambil dari nama pohon karena banyaknya pohon Gapang di sekitar pantai tersebut. Apa yang terlintas di pikiran Anda jika menemui banyak pohon di pantai? Ya Anda dapat bersantai ria dibawah rimbunnya pohon Gapang. Mungkin ini hal biasa, namun setelah Anda berenang atau menyelam lalu menikmati udara di sekitar pepohonan sambil memandangi keindahannya, atau sekedar berjemur tentu ini menjadi suatu hal yang luar biasa, konon backpackers menyukai hal demikian. Itulah mengapa pulau ini masuk ke daftar tujuan para backpackers dunia. Tentunya terdapat penginapan bagi para wisatawan yang ingin melepas lelah sambil menikmati pemandangan yang eksotis di pulau ini. Akses menuju tempat ini bisa menggunakan kendaraan umum atau menyewa kendaraan lain dari kota Sabang dan melewati Tugu Nol Kilometer, nanti akan saya antar Anda apa itu Tugu Nol Kilometer.

gapang

Ketiga tempat tersebut memang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Ini juga dirasakan oleh teman saya yang pernah 3 kali berkunjung ke kampung halamannya sekaligus berwisata ini. “ Pantai Iboih, Pantai Gapang, juga Pulau Rubiah adalah obyek wisata yang indah untuk dikunjungi, diantara Pantai Iboih dengan Pulau Rubiah saya pernah berenang dan melihat ikan-ikan yang cantik serasa melihat ikan di aquarium, airnya jernih dan alami”, ujarnya.
Yuk, kita tengok obyek wisata yang lain yang tak kalah menawan.

4. Pantai Anoi Itam
Sesuai dengan namanya, Anoi Itam artinya pasir hitam, tentu berbeda dengan pantai-pantai lainnya. Pasir pantai ini mempunyai ciri khas seperti pasir vulkanis. Kemungkinan pasir tersebut berasal dari gunung berapi yang masih aktif di Pulau Weh. Pantai ini berjarak sekitar 14 km dari Kota Sabang, tepatnya berada di Desa Anoi Itam, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Indahnya pantai anoi itam mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain menikmati panorama pantai, Anda juga dapat melihat benteng peninggalan zaman Jepang.

anoi itam

5. Pantai Sumur Tiga

Pantai yang tak kalah memancarkan pesonanya yaitu Pantai Sumur Tiga, disebut demikian karena terdapat tiga sumur air tawar. Sumur ini sudah berumur puluhan tahun dan memiliki nilai sejarah bagi warga sekitar. Pantai ini pun menyajikan pasir berwarna putih bersih. Pasir membentang panjang lebih dari 2 kilometer. Pantai ini memiliki lebar sekitar 15 meter yang cocok menjadi tempat bermain dan berjemur. Lautnya tak kalah menawan. Kawasan Pantai Sumur Tiga masih memiliki lautan biru yang jernih. Di kala matahari memancarkan sinar sempurna, hamparan karang berwarna menawan di dasar lautan bisa terlihat jelas. Anda juga dapat memilih penginapan yang telah disediakan disana. Pantai ini berlokasi di sebelah timur Pulau Weh (di Kecamatan Le Meulee, Sukajaya, Subang)

sumur tiga

6. Danau Aneuk Laot
Danau Aneuk Laot yang artinya adalah anak laut, mempunyai luas 30 hektar. Bentuknya yang memanjang menjadi kesan tersendiri, dikelilingi perbukitan nan hijau menambah suasana terlihat asri dan sejuk. Anda juga bisa turun ke tepian danaunya untuk melihat aktivitas warga memancing dan mengurus tambak ikan air tawar. Danau Aneuk Laot atau disebut juga Danau Air Tawar ini terletak di Kelurahan Aneuk Laot dengan jarak tempuh sekitar kurang lebih 10 menit dari pusat Kota Sabang, yang dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun dengan kendaraan umum.

aneuk laot

7. Air Terjun Pria Laot
Jika Anda sudah menikmati pantai-pantainya, tentunya sempatkan diri Anda mengunjungi air terjun Pria Alot, rasakan kesegarannya yang selaras dengan rimbunan pohon yang mengelilinginya. Air terjun ini memiliki tantangan tersendiri sehingga bagi anda pecinta rintangan dan tantangan tidak salah menjatuhkan pilihan disini. Menuju ke lokasi air terjun pria laot memiliki tantangan tersendiri. Namun jiwa petualang anda akan mengatakan itu tidak seberapa demi sebuah keindahan yang didapatkan nantinya ketika sampai ke tujuan. Air terjun Pria Laot berada di Desa Pria Laot, Kelurahan Iboih, Sabang jaraknya sekitar 15 km dari Kota Sabang.

pria laot

8. Goa Sarang Sabang
Goa ini merupakan goa alami yang terletak di sebelah barat kawasan wisata Pantai Iboih, tepatnya di jalan balek gunung Sabang. Desiran suara ombak lautan, kicauan burung-burung, dan kelelawar-kelelawar terbang bebas akan menemani perjalanan Anda, ditambah udara yang segar, hutan yang terjaga, pantai yang indah adalah kombinasi yang sempurna dalam menikmati surga wisata ini. Untuk mencapai kawasan gua sarang yang paling mudah dan tidak kalah menegangkan dengan menggunakan boat melewati laut yang mempunyai gelombang serta arus kencang, di samping itu bila laut pasang maka mulut goa tertutup oleh air laut sehingga untuk mencapai dalam goa benar-benar memacu adrenalin bagi siapa saja yang ingin menikmati kawasan wisata Goa Sarang ini.

goa sarang

9. Tugu Nol Kilometer
Tugu Nol Kilometer atau biasa disebut Monumen Kilometer Nol. Monumen ini bukan hanya penanda ujung terjauh bagian barat di Indonesia, tetapi juga menjadi objek wisata sejarah bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Monumen yang berbentuk silinder dengan tinggi 22,5 meter ini jika dilihat lebih dekat, di bagian ujungnya terdapat lambang burung garuda. Di lantai pertama monumen terdapat sebuah pilar bulat dan terdapat prasasti peresmian tugu yang ditandatangani Wakil Presiden Try Sutrisno, pada 9 September 1997. Di lantai kedua terdapat sebuah beton bersegi empat dimana tertempel dua prasasti yaitu prasasti pertama ditandatangani Menteri Riset dan Teknologi/Ketua BPP Teknologi BJ. Habibie, pada 24 september 1997. Dalam prasasti itu bertuliskan penetapan posisi geografis KM-0 Indonesia tersebut diukur pakar BPP Teknologi dengan menggunakan teknologi Global Positioning System (GPS). Prasasti kedua menjelaskan posisi geografis tempat ini.

tugu nol km

10. Pemandian Air Panas Keuneukai
Setelah mengunjungi ke berbagai obyek wisata lautan dan daratan, lelah pun sirna jika Anda mampir ke pemandian air panas ini. Kunjungi sejenak dan rasakan air panas alami yang disajikan di pemandian air panas keuneukai ini. Sumber air panasnya berasal dari gunung merapi Jaboi yang terletak di tengah Pulau Weh. Ketika Anda berendam di kolam ini, tak hanya sensasi air yang hangat menyerap di tubuh Anda, tetapi juga dapat menatap pesona lautan nan biru dan pepohonan nan hijau yang akan memberikan kesan sejuk dan alami.
Sumber air panas alami biasanya mengandung belerang. Berendam di air panas dengan suhu 35 derajat celsius menyebabkan pori-pori kulit terbuka sehingga kulit akan menyerap berbagai mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.

pemandian keuneukai

Demikian 10 destinasi wisata yang menurut saya sungguh indah untuk dinikmati baik dari panorama maupun dari nilai sejarahnya. Begitu melimpah kata-kata yang dapat saya uraikan mengenai keindahan Pulau Weh, pulau yang merupakan surga bagi pecinta alam bawah laut. Namun sesungguhnya masih banyak obyek wisata lain yang dapat menjadi pilihan Anda, sebut saja benteng dan bunker-bunker bekas penjajahan dahulu Anda bisa mendatangi Ujung Kareung, Aneuk Laot, Bukit Sabang dan sepanjang Pantai Kasih.
Pulau Weh terletak di jalur pintu masuk ke Selat Malaka, dengan demikian tak aneh Anda akan menemukan cukup banyak kapal-kapal pesiar yang lalu lalang. Tentu saja, ini adalah sebuah pemandangan yang cukup menakjubkan sembari menyusuri dan menikmati wisata yang ada di pulau ini.
Pulau Weh, bukan hanya Golden Island bagi masyarakat sekitar dan dunia, namun menjadi surga wisata sekaligus tempat para yahcter dunia bersinggah. Ya, ratusan turis asal Amerika, Eropa juga Asia sejak Januari 2016 tiba di Kota Sabang. Mereka datang dengan kapal pesiar nan mewah. Hingga saat ini kapal-kapal pesiar masih berdatangan.

Selain kemewahan yang terpancar dari kapal pesiar, para yachter juga disambut tari-tarian oleh masyarakat setempat yang dipersembahkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh. Seperti foto dibawah ini, mereka disambut tari etnik dari Tanah Gayo awal April 2016 lalu. Tampak kapal pesiar Artania Cruise merapat anggun di dermaga sepanjang 400 meter.

albania

Kita patut bersyukur atas ciptaan Allah yang tiada duanya, juga menjaga kelestariannya agar pesona kota Sabang tak pudar sampai akhir zaman. Bagi Anda yang ingin berkunjung ke Pulau Weh, Disbudpar Provinsi Aceh mengadakan Sabang Marine Festival 2016 (26 April – 30 April), selain mengunjungi obyek-obyek wisata yang saya jelaskan diatas, Anda juga dapat menikmati pemandangan yang mewah yang dipancarkan oleh kapal pesiar, atraksi budaya sampai kuliner khas kota Sabang. Menyambut Sabang Marine Festival 2016 ini saya mendoakan yang terbaik, semoga dengan hadirnya kapal pesiar beserta para pelayar dan wisatawan mancanegara membawa keberkahan dan kedamaian khususnya Pulau Weh dan umumnya Indonesia yang kita cintai ini. Pesona bahari Sabang, pesona Indonesia.