Kamu Penggemar Pashmina? 5 Fakta Unik Tentang Pashmina Yang Perlu Kamu Tahu

Jika kita menyusuri jalan menuju tempat perbelanjaan, baik itu pusat grosir maupun mall, banyak sekali yang menawarkan berbagai macam pilihan gamis, maxi dress, kerudung bahkan pashmina. Para perempuan dari berbagai kalangan masih memerhatikan penampilan untuk menutupi auratnya namun tetap berpegangan pada nilai agama. Namun tak jarang mereka juga memakai pakaian yang tidak seharusnya dikenakan atau tidak mengandung nilai syar’i. Sebagai sesama muslimah, tugas kita hanyalah mengingatkan. Barangkali dengan memakai sesuatu yang artistik di tubuh kita itu akan menambah keunikan seperti halnya pashmina.

Temans, tentu kita sering mendengar kata pashmina. Sejenak kita bernostalgia di era Masehi dimana kata pashmina adalah berasal dari bahasa Persia yaitu pashmineh atau terbuat dari wool. Wool tersebut berasal dari domba yang berasal dari dataran tinggi Himalaya di India, Nepal dan Pakistan lalu dibuatlah berupa lembaran demi lembaran dengan cara pemintalan tangan, ditenun dan dibordil di Nepal dan Kashmir. Nah, melalui proses yang panjang, pendirian industri wol Kashmir tersebut secara tradisional dilakukan pada abad ke-15 Masehi oleh penguasa Kashmir, Zayn-ul-Abidin, yang memperkenalkan para penenun dari Asia Tengah. Seiring dengan makin banyaknya permintaan, pemasaran tenun pashmina dilakukan ke wilayah lain di India. Di sini, pashmina berbentuk selendang, selimut, dan penutup tempat tidur hanya dipakai oleh kalangan atas karena harganya yang mahal. Setelah itu, pashmina menyebar ke negara lain, termasuk ke Eropa lalu sampailah ke Indonesia.

Itulah sejarah singkat mengenai pashmina. Namun tahun demi tahun, di Indonesia pashmina mengalami pergeseran makna. Arti sesungguhnya adalah jenis kain berbahan wool yang berbentuk panjang dan memiliki motif yang artistik dan hangat untuk digunakan. Walau demikian, tak menyurutkan niat para akhwat yang mengagumi pashmina untuk mengenakannya. Apa sih keistimewaan pashmina sehingga namanya masih dikenang sampai saat ini walau sudah tergeser makna sesungguhnya. Yuk, kita intip 5 fakta uniknya :

1. Terbuat Dari Janggut Domba
Tentu tak terpikirkan oleh kita kain seindah itu seratnya diambil dari janggut domba. Kadang juga dicampur dengan sutera. Ini akan menambah keindahan pada kain pashmina ya, temans?

2. Lambang Kemewahan
Dahulu di era Masehi, pashmina sebagai lambang kemewahan karena wool nya adalah pilihan terbaik dan paling halus serta mewah yang asalnya dari Himalaya. Serat pashmina memiliki ketebalan 15-19 mikron sehingga membuatnya begitu halus.

3. Motif Artistik
Motif pada pashmina identik dengan artistik dan unik, sehingga bagi penggemar pashmina banyak corak yang bisa dipilih untuk menambah koleksi. Corak yang mana yang kamu suka temans?

4. Multifungsi
Dahulu pashmina hanya digunakan sebagai syal atau scarft, namun sekarang banyak kita temui sebagai jilbab karena bentuknya yang lebar dan panjang.

5. Pergeseran Makna
Perkembangan zaman atau kebiasaan lah faktor penyebab makna pashmina menjadi bergeser, beberapa tahun belakangan ini orang menyebut selendang atau kerudung bahan tertentu berukuran lebar dan panjang sebagai pashmina. Pashmina chiffon, ombre, rawis, denim dan berbagai sebutan nama yang lain, tidak banyak yang tahu bahwa yang mereka kenakan sebenarnya lebih mengacu pada selendang atau kerudung biasa. Namun apapun sebutannya, pashmina sudah menjadi bagian dari fashion dalam diri akhwat yang modern.

Itulah fakta yang belum diketahui oleh beberapa kalangan perempuan, terlebih jika kamu yang mengaku penggemar pashmina, jadi kita diingatkan kembali bahwa pada intinya kini pashmina memiliki pergeseran makna, jadi tergantung dari kita yang ingin mengenakannya tetapi tak menjauhi unsur dari syar’i tersebut.