Bereksperimen Sosial Dengan Menyapa 7 Teman Berbeda Negara dan 7 Profesi Yang Berbeda, Ini Dia Hasilnya..

Bagi kebanyakan orang, bahasa inggris adalah bahasa yang mudah untuk dipelajari, namun bagi saya entah mengapa saya belum fasih berbahasa inggris dan hanya bisa dilakukan ketika chatting di media sosial tanpa bertatap muka. Ada satu media sosial yang rata-rata follower saya adalah orang asing, nah, satu persatu saya kembali menyapa mereka dengan bahasa inggris semampunya via skype, twitter, facebook dan whatsapp.

Pertama adalah Mark, asal Australia, dia adalah seorang businessman, sekitar 5 tahun yang lalu saya dikenali oleh teman saya. Orangnya optimis, selalu menularkan kata-kata yang positif dan mengajak saya untuk bergabung dalam bisnisnya. namun karena kesibukannya, kami belum pernah bertemu sekalipun.

Kedua adalah Katerina, berasal dari Cekoslowakia, sempat berpindah-pindah ke negara Amerika, namun saat ini sudah pindah ke Texas yang sebelumnya sempat tinggal di Dallas. Dia seorang make up artist. Orangnya juga optimis, statusnya selalu religius sehingga banyak hal positif yang bisa diambil darinya.

Ketiga, Andrew, asal Amerika, sudah 96 negara yang dikunjunginya, termasuk Indonesia. Profesinya sebagai jurnalis, fotografi, videografer, apapun dilakoninya. 7 kali menyambet pemenang emmy travel world dan 12 kali sebagai nominator. Melihat website yang ditulis sangat mengagumkan.

Keempat adalah Gregor Ha, itu nama lainnya di media sosial, karena namanya panjang, jadi saya hanya ingat nama panggilannya saja yaitu Mark. Berasal dari Jerman, bekerja sebagai manager marketing di perusahaan swasta. Cinta dengan orangtuanya, ini dibuktikannya dengan memperlihatkan aktivitas melalui foto-foto bersama kedua orangtuanya di sana, begitu juga saat tahun lalu di Munich sedang musim salju, dia juga mengirimkan foto di mana rumah beserta kendaraannya dipenuhi oleh tumpukan salju. Dia juga tertarik dengan puisi, dia suka melihat puisi-puisi di blog saya, senang rasanya jika puisi itu bisa menjadi healing baginya.

Kelima adalah Terence, berasal dari Italy, seorang marketing di salah satu perusahaan travel. Mengagumi perempuan Indonesia, tahu banyak hal mengenai Indonesia dan senang belajar bahasa Indonesia. Sudah banyak foto-foto makanan kesukaannya yang dia kirimkan, begitu juga saat dia dan teman-temannya pergi ke luar kota.

Keenam, Dewet asal Afrika, berprofesi sebagai fotografer. Karya-karyanya indah dan gak bosen untuk melihat hasil jepretannya. Dahulu kami sempat bertukar foto pemandangan alam di negara kami masing-masing.

Ketujuh, Hongjoo Lee, asal Korea, seorang programmer di perusahaan shopping mall online. Hari minggu dipilihnya untuk beristirahat setelah 5 hari bekerja. namun dia juga senang main games atau golf di waktu liburnya.

Rata-rata reaksi mereka sangat responsif, mereka juga menanyakan kabar dan aktivitas saya di sini. Banyak hal yang saya dapat ketika rutin menyapa dan bercerita dengan mereka dalam bahasa inggris, yang bisa diambil positifnya adalah :

1. Kosa Kasa Bahasa Inggris Menjadi Bertambah

Ketika rutin berhubungan dengan orang asing, banyak sekali kata-kata baru yang ditemukan. Alhasil, saya jadi rajin mencari kata baru sekaligus arti dari kata itu dan merasa tertantang untuk terus berkomunikasi dengan mereka.

2. Mengenal Karakter Dari Masing-Masing Individu
Sama halnya bergaul dengan teman-teman di Indonesia, tentu mereka memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang sangat antusias ketika mendengar negara Indonesia, ada yang menanggapi dengan biasa saja, malah ada yang nge block media sosial saya ketika negara kita sedang mengalami kasus berkepanjangan.

3. Mengenal Budaya dan Bahasa Masing-Masing

Gak hanya berkomunikasi dengan bahasa inggris, terkadang kami pun menggunakan bahasa lawan bicara, misalnya Italy, jadi saya sedikit mengetahui bahasa Italy yang dipakai sehari-hari serta kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh mereka.

4. Kesempatan Pergi Ke Luar Negeri
Seperti halnya Andrew, yang saya ceritakan di atas, sebagai traveler dia sudah puluhan kali ke luar negeri. Membaca status-statusnya membuat saya kagum dan ingin bisa berkesempatan keliling dunia sambil bekerja.

5. Tujuan Akademis
Sejak saya berusia 12 tahun, saya sudah berkeinginan untuk sekolah di luar negeri. Negara yang saya pilih waktu itu adalah Australia, alasannya karena dekat dari Indonesia. Ada hal-hal tertentu mengapa saya belum berkesempatan untuk belajar di negeri orang. Namun jika kini diberi kesempatan, saya akan mengambil kesempatan sebaik-baiknya.

6. Menyalurkan Hobi

Selain menulis, saya juga senang traveling. Namun waktu yang belum memungkinkan untuk bepegian dalam waktu yang lama sehingga saya menunda untuk pergi ke tempat yang jauh berkilo-kilo meter dari tempat tinggal saya. Salah satu profesi yang saya kagumi adalah travel writer. The Naked Traveler karya Mbak Trinity buku pertama saya mengenai traveling. Saya sempat membayangi andaikan saya bisa seperti dia.

7. Bersyukur Atas Karunia Tuhan
Kita patut bersyukur atas segala ciptaan, nikmat dan karunia Tuhan sehingga Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki beraneka ragam suku bangsa, bahasa, budaya dan alam yang indah untuk dikunjungi. Tak akan habis kata untuk mengungkapnya betapa indah negeri ini jika kita terus melestarikannya. Begitu juga jika kita bisa menatap dunia, mengunjungi dan berkolaborasi demi terciptanya hubungan yang harmonis antar negara. Itu akan menambah rasa syukur kita bahwa negara yang selama ini kita tempati tak kalah menariknya dengan negara lain.

Tentu banyak hal yang bisa kita petik, bukan hanya dari segi bahasa atau profesi yang berbeda, namun juga dari silaturahmi atau persaudaraan yang erat sehingga akan tercipta perdamaian antar bangsa. Karena dengan bahasa lah kita dapat membangun komunikasi yang baik dan menjadi jembatan untuk memelihara bangsa dari permusuhan. Singkatnya, dengan bersahabat dengan bangsa lain, kita dapat mengurangi permusuhan atau konflik yang terjadi di negara-negara lain. Setuju gak?

Advertisements

Obrolan Santai Dengan Orang Tak Dikenal

Ini cerita soreku..

Sembari temans menikmati kopi atau teh, bahkan bir pletok, yuk ngelirik cerita saya sebentar aja 🙂

Tak terhitung berapa banyak orang-orang yang menghampiri saya dari mulai menawarkan jualannya sampai meminta uang dengan terang-terangan. Kali ini, sebut aja, Bu Anggrek, saat saya duduk di suatu tempat menunggu seseorang di daerah Jakarta Timur, tak lama ibu yang berusia sekitar 65 ini menghampiri :
Bu Anggrek : dek, tadi saya ngambil uang di ATM 7 juta eh ATM nya ketelen, jadi saya mau pulang ke Bogor, gak ada ongkos, adek punya uang 20.000 gak? Saya sebenarnya malu ini minta ke adek hehehe..
Saya : karena saya orangnya kepo, langsung aja saya tanya, Ibu gak ada saudara disini? Ibu ngapain jauh-jauh dari Bogor ke sini?
Bu Anggrek : saya gak ada saudara disini. Saya cuma mau ambil uang di ATM.
Dalam hati saya bilang, aneh ambil uang aja jauh-jauh.
Itu keanehan pertama.
Karena saya kasian dan saya pernah dibohongi orang jadi saya kasih seadanya.
Belum selesai obrolannya sih, mau dilanjutin gak?
Lanjutin aja ya..

Sampai pada obrolan yang bersifat pribadi :
Bu Anggrek : adek udah menikah?
Saya : belum
Bu Anggrek : kenapa belum?
Saya : dalam pikiran saya, saya mau ketawa atau mewek kalo ada orang nanya kenapa belum menikah *duh
Ya belum dikasih aja sama Allah. Terus saya mancing dengan pertanyaan ini karena ada sesuatu yang mengganjal dari ibu ini. “sebenarnya saya banyak yang suka mulai dari cowok single bahkan yang udah punya istri, kenapa mereka gak berani melamar saya ya, bu?”
Bu Anggrek : lumrah adek banyak ya suka, ayu
Saya : – GR –
Bu Anggrek : coba adek baca surat Yusuf, dia sambil membacanya.
Saya: surat Yusuf ayat berapa, bu?
Bu Anggrek : jkdtsjhkhyajgfkhiqpeycnm
Kemudian ia mengeluarkan keanehan-keanehan lainnya.
Saya kenal dengan pak jokowi waktu jadi gubernur, saya yang bantu dia kalo ada yang perlu dibantu mendoakan.
Saya : oh Ibu orang solo ya
Bu Anggrek: ya, saya masih keturunan Sultan Hamengkubuwono
*samar-samar saya dengar, yang pasti katanya ia keturunan orang berada.
“Makanya tadi saya malu minta uang ke adek hehehe..
Saya : Ibu bisa nerawang?
Bu Anggrek : bisa
Dan penasaran-penasaran lainnya saya ungkapkan ke Bu Anggrek yang menurut saya ada keganjalan, dan ia pun banyak bercerita mengenai dirinya dan keluarga.

Hal-hal yang bisa petik dari pengalaman saya diatas yaitu
1. Percaya hanya kepada Allah.
2. Jangan mudah percaya kepada orang lain, ya kalo mau bantu silakan, sewajarnya aja, jangan sampai uang temans habis terkuras saat itu.
3. Orang yang sedang mengalami masalah butuh teman untuk ngobrol, jika di rumah udah gak nyaman, orang lain bisa menjadi teman curhatnya.
Orang-orang yang seperti ini banyak saya temukan, jujur ataupun gak jujur /mengada-ada.
4. Sebarkan senyuman dan kebaikan, kebaikan itu akan berbalik kepada kita.
Temans percaya, udah sekian kalinya saya di angkutan umum dibayari bahkan di rumah makan pun saya mengalami hal yang serupa *rezeki anak yang gak solehah-solehah amat 🙂
5. Setiap bertemu dengan orang lain atau melihat sesuatu di sekitar kita, jadikan itu inspirasi.
Jadi tetaplah menjadi orang baik dan lebih baik lagi dan menjadi inspirasi bagi banyak orang, self reminder juga buat saya. Boleh kalo temans ada yang mau menambahkan, tulis di komen yah 🙂

*karena gak sempet moto, foto itu hanya ilustrasi.

Ketika Rezeki Datang Tak Terduga

Ini cerita soreku..

Siapa yang gak seneng dapet rezeki yang datengnya gak disangka-sangka? Yup, di bulan ini saya lolos seleksi untuk menjadi partisipan di acara Rula Creative Hub Batch 1 yang diadain oleh https://rula.co.id sebuah portal online bagi perempuan muda yang mengupas real story from real people, menyajikan konten inspiratif, gaya hidup, fashion juga kecantikan. Kegiatannya gratis, selama 3 bulan pula dan gak kalah pentingnya cemilan dan makan siangnya juga *enak loh menunya tadi, ayam fillet dan udang tepung kesukaan saya 🙂 sempet gak nyangka karena salah satu syarat yang dipenuhi adalah mengirimkan sample tulisan dan saya pilih artikel inspiration sesuai Rula style, menurut saya, tulisan saya itu biasa aja, namun tim Rula pasti profesional dan gak bisa diganggu gugat atas seleksi ini dan saya termasuk 35 teman lainnya yang beruntung bisa lolos seleksi dari ratusan register form yang masuk loh dan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk bisa lolos seleksi, jadi gak cuma gratis aja 🙂

Ada yang membuat saya terkesan pagi tadi bahwa Rula Woman (sebutan untuk para rula) ingat nama saya pada saat berkenalan karena saya orang pertama yang datang awal waktu (2 jam udah datang sebelum acara dimulai) di lokasi acara karena sebelumnya kami hanya chatting via group wa, pada saat berjabat tangan saya pun memperkenalkan diri dan kebanyakan mereka bilang : ooohhh Indy yang datengnya kecepetan itu yah, thank God beruntung mereka gak ngomong : ooohhh Indy yang ratu modus itu ya atau ooohhh Indy yang jangkung dan kurus itu yah *ih sebel 😀
Itu yang pertama, yang kedua bersyukur saya bertemu dengan Mbak Ollie, penulis buku best seller setelah lebih dari 6 tahun chat via media sosial dan komen di timeline akhirnya bisa bertatap muka langsung *walaupun begitu saya gak nunjukin saya ngefans karena faktor u 🙂 *nyadar, yup beliau udah menulis 28 buku best seller, founder Zetta Media, dll saking banyaknya nanti timeline saya penuh karena nulis kesuksesannya *piiiss mba, 4 thumbs up for you *plus jempol kaki :), saya dari SD nulis diary, sempet nulis pake mesin tik belum nelor-nelor juga 1 buku satupun *tepokjidat 🙂

Semoga dengan diadakannya kegiatan ini, Rula Woman bisa menambah pengetahuan, mengasah kemampuan menulisnya lebih baik, kreatif, viral dan poison, berkomitmen dan konsisten yang tinggi dan menginspirasi perempuan-perempuan masa kini lainnya, juga tulisan dan bahkan buku-bukunya bisa dikenal dan laris sejagad raya, aamiin.
Terima kasih Mbak Ollie, Mbak Oney, Mbak Bunga, Mbak Iwed, juga tak lupa untuk Indosat Ooredoo, tempatnya nyaman, unik, colorful, makanannya enak, bapak-bapak security dan bapak OB nya baik dan ramah, sampe bapak-bapak yang jualan makanan di depan HO Indosat juga ramah loh atau saya yang orangnya sok akrab yah 😀 dan semua yang terlibat dalam kegiatan ini, maaf kalo belum disebut namanya boleh deh tulis komennya yah 🙂 see you next month!

Citruk Pembawa Rezeki

Bulan Ramadhan menjadi bulan yang mempunyai kesan tersendiri bagi saya. Selain puasa itu wajib hukumnya bagi yang menjalankan, silaturahmi yang sempat terputus kini mulai terjalin dengan adanya buka puasa bersama, lagu-lagu rohani yang tak biasanya terdengar di tempat berkumpulnya banyak orang seperti mall kini mulai terasa dan sederet moment yang penuh makna hadir di bulan Ramadhan ini, tak hanya saya, orang lain pun tentu ikut merasakannya pula.

Di tiap tahunnya saya ingin merasakan hal yang berbeda dari sebelumnya, kali ini saya ingin bisa berbuka puasa dan sholat tarawih di masjid berbeda di seputaran Jakarta Timur, mengapa? karena lokasi itu tak jauh dari tempat saya tinggal, selain untuk efisiensi waktu, juga untuk keamanan mengingat sholat tarawih dilakukan sampai pukul 20.30 s/d 21.00. Di salah satu masjid yang saya datangi, sebelum adzan magrib, ada seorang ibu yang mengajak saya untuk mengobrol sejenak. Ia bercerita keadaannya dan keluarganya. Singkat cerita Ibu Nok, biasa ia dipanggil, yang berasal dari Tasikmalaya ini berjualan snack asli tempat ia berasal yaitu citruk, basreng, seblak, sagu, rengginang, dll. Sebenarnya ia masih memiliki suami tetapi kondisi yang tak memungkinkan menjadikan sang suami tak bisa bekerja lagi. Dan kelima anaknya belum semua mapan, dua diantaranya masih bersekolah, terkadang ia juga memberikan cucu-cucunya uang jajan. Karena saya iba, saya memberikan pinjaman modal untuknya. Ya, walau nantinya uang saya tak dikembalikan, toh saya pikir tak apalah untuk sedekah di bulan Ramadhan ini. Ia juga bercerita, ia selalu berdoa kepada Allah, ia tak butuh apa-apa, ia hanya butuh modal untuk berjualan. Lokasi berjualan Bu Nok ada di depan Sarinah, Thamrin, pasar Tanah Abang, CFD. Citruk lah yang paling enak karena ini yang sering terucap olehnya, begitu juga sagu dan rengginangnya.

Bersyukurnya dagangan ibu yang berusia sekitar 60 tahun ini laris manis, meski sempat ada kendala keuangan, namun saya juga memberikan saran kepadanya bagaimana cara memutar modal agar uang yang dipakai tak serta merta habis begitu saja. Pesan yang ingin saya sampaikan bukan hanya sekedar memberikan sedekah atau bantuan modal saja, namun disisi lain, sebagai individu haruslah berbagi saran atau masukan yang berharga untuk orang lain agar bermanfaat untuk kehidupannya. Meskipun mereka hidup dibawah rata-rata namun mereka bisa diajak berdiskusi dan mau mendengar masukan-masukan dari kita. Dan tak kalah pentingnya, kita punya Allah yang Maha Kaya, sudah sepatutnya kita sebagai manusia memohon kepadanya, jika kita mempunyai kesulitan, dengan mendekat kepada-Nya persoalan hidup kita dimudahkan, insya Allah.

Semoga dengan datangnya bulan Ramadhan kali ini menambah pengetahuan dan pengalaman yang berharga, menebar inspirasi dan kebaikan kepada sesama dan kisah Bu Nok ini mengingatkan saya untuk selalu bersyukur masih diberikan kesehatan, masih bisa berkarya dan diberikan rezeki untuk berbagi dengan sesama. Jika berkenan, teman-teman bisa menghubungi saya untuk memesan snack yang saya sebutkan diatas tadi atau bisa menanyakan nomor telepon Bu Nok, email saya : indy.sumaryo@gmail.com