Teka-Teki Magnet

Ketika dua hati yang tak bisa saling memiliki
Ketika itu pula seakan magnet menghampiri
Magnet itu entah kapan akan sirna
Aku tak tahu kapan, begitupun engkau

Hingga suatu ketika datang waktu yang menjawab semua
Kita tak bisa menerka teka-teki kehidupan
Namun kita bisa menerka hati yang sesungguhnya masih membara

Seolah sekitar kita tak tahu apa yang telah terjadi,
Namun kenyataannya mereka tahu dengan berbagai asumsi
Jika waktu bisa diputar kembali, ingin rasanya tak memiliki perasaan itu
Cukup sudah cerita yang tak berujung ini
Karena teka-teka magnet pun kini masih menjadi misteri

Wedding Singer

Tak kulewati saat waktu sedang lengang
Menuliskan sebuah lirik
Seraya bibir bergerak ucapkan sebuah kalimat nan indah
Diiringi musik minus one kuikuti setiap alunan iramanya
Kepala mengangguk tanda bersenandung ria

Saat aku berikan rekaman suara itu
Sahabat lama terkesan karenanya
Dia bertanya mengapa kau tak menjadi wedding singer saja
Sempat kuberpikir akan lirik-lirik melankolis
Seolah suaraku tertutup lirik-lirik romantis

Tibalah waktunya unjuk kebolehan diatas panggung nan gemilau
Pertama kalinya aku tampil di muka umum, tegang dan kaku
Terdengar tepuk tangan yang gemuruh seolah menutupi semau itu
Inilah kado pernikahanmu, sahabatku.

Tak Kenal Lelah

Di dalam masjid nan agung duduk seorang ibu paruh baya
Dengan membawa dua tas besar
Seraya menjajakan dan mengajak bincang-bincang dan canda ria
Satu, dua bahkan puluhan orang mengerumuni

Hanya untuk melihat dan membeli
Bahkan ada yang menawari hal yang serupa
Lelah tak terasa di kala siang nan terik
Dahaga hilang lapar pun sirna

Nampak raut wajah sendu
Berubah menjadi berseri-seri
Tatkala seseorang memberikan sesuatu berharga
Kini ia bersemangat untuk terus melanjutkan hidup demi suami dan cucu

Celoteh Anak

Duduk diantara orang tak dikenal 
Melihat sekilas raut wajah kebahagiaan
Pembicaraan nan seru dan menggelitik
Seakan ingin bergabung kala itu

Sekumpulan anak bermain kian kemari
Tertawa lepas dan sesekali terlihat mengernyitkan dahi
Tanda kekesalan mulai datang
Tangisan pun mulai terdengar dari kejauhan

Kekesalan hilang, kini kegembiraan nampak menghiasi mereka
Celoteh mulai bersahutan
Sesekali mereka berlarian dan mengakhiri malam itu dengan sempurna

Mencari Keadilan

Pagi hingga malam

Tanpa letih dan merasa lapar

Mencoba mengisi kekosongan

Riuh dari kejauhan memanggil

 

Saat bicara tak ditanggapi

Berjalan lambat tanpa arti

Hanya secarik kertas bekal siang ini

Menjadi puisi menemani sampai nanti

 

Dilema terbayang di pikiran

Hanya satu yang dapat ia pegang

Mencari keadilan hingga kaki melangkah ke suatu tempat

Gedung yang mewakili rakyat

Hijau muda nan terang benderang

 

Ia tak sendiri rupanya

Berkawan lima tak beralas kaki

Memegang satu demi satu perlengkapan

Dalam satu jiwa mereka ingin keadilan ditegakkan

 

Dalam Diam

Kududuk bersama orang-orang tak dikenal

Sekian detik dihadapanku yang lalu lalang

Memandangi namun terbesit dipikiran untuk dijadikan inspirasi

Suara bising dalam gedung, terdengar dari luar guntur bergemuruh

 
Dalam diam aku ingin menghindar perlahan

Menghindar dari rutinitas dengan orang-orang yang sama

Lewat tulisan inspiratif kubagikan kepada publik

Sungguh aktivitas yang baru kulakukan namun mengandung makna yang dalam

Sejenak kusadari

Ini merupakan penggalan kisah yang temporer

Suatu saat nanti aku akan kembali menjadi yang sesungguhnya

Namun dengan tempat yang berbeda

Tak Biasa

Aku menelusuri jalanan yang tak biasa

Bertemu dengan orang-orang yang tak biasa

Memperhatikan dan mendengarkan sekitar

Hanya ingin melakukan yang tak biasa

 

Perjalanan dari satu tempat ke tempat lain

Menangkap momen seraya memandangi yang tak biasa

Langit-langit gedung, bahkan pohon yang tinggi menjulang di dalam gedung nan ramai

Hanya sekedar melihat yang tak biasa

 

Kendati bagi orang-orang itu adalah hal biasa

Tapi bagiku ini hal yang tak biasa

Sekelumit persoalan berkurang

Dengan mendatangi dan memperhatikan yang tak biasa

 

Kuambil pena dan mulai menggoreskan kata yang tak biasa

Mencoba merangkai kata di tempat yang tak biasa

Duduk dan makan siang di tempat yang biasa

Semoga ini akan menjadi pengalaman yang tak biasa